Ada waktu ketika seseorang perlu berhenti sejenak untuk meninjau arah.
Bukan karena keadaan mendesak, tetapi jeda seringkali memberikan kejernihan yang tidak didapat saat bergerak terlalu cepat.
Ada rencana yang memang tidak dilanjutkan.
Bukan sebagai kegagalan, melainkan sebagai dari proses menilai kembali prioritas dan kesiapan.
Tidak semua hal memerlukan penjelasan panjang.
Sebagian cukup dicatat, lalu dilepas.
Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa.
Hanya dengan pemahaman yang sedikit lebih matang tentang batas, waktu, dan keputusan.
Catatan ini dibuat bukan untuk dibaca dengan penafsiran apapun, melainkan sekadar penanda bahwa pernah ada momen untuk berhenti dan berpikir.
